Al-Waqi’ah: Surah yang dirindu
Tidak
sedikit umat Islam yang merutinkan membacanya. Kitab-kitab keislaman juga
banyak membahas tentang fadhilah/ keutamaannya.
Sebenarnya
apa isi surah Al-Waqi‘ah?
-
Gambaran
kehidupan surga yang diperuntukkan bagi golongan kanan (ayat 10-40)
-
Gambaran
kehidupan neraka yang diperuntukkan bagi golongan kiri (ayat 41-56)
-
Petunjuk
Allah tentang kebesaran-Nya, agar manusia berfikir dan bertindak secara benar
(57-95)
Surah Al-Wāqi‘ah sebagai bacaan rutin
Dalil
yang mendasari:
Hadis
diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam kitabnya, Syu‘ab Al-Iman:
عَنْ ابن مسعود, قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: مَنْ
قَرَأَ سُوْرَة الواقعة في كل ليلة لم تصبه فاقة.
Artinya:
“Barang siapa membaca surah al-Waqi‘ah setiap malam, maka ia tidak akan
mengalami kefakiran.”
Dalam
riwayat lain disebutkan:
من قرأ الواقعة كل ليلة لم
يفتقر
Imam Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Hatim dan Al-Daruqutni
sepakat atas kedhaifan hadits tersebut.
Dalam hal fadhailul a’mal, hadis dhaif bisa
diamalkan
Manfaat/ keutamaan rutin mengamalkan
• Fāidatun lil ghinā /kegunaan untuk kekayaan (terhindar dari kefakiran)
• Istiqomah adalah jalan dan ciri orang bertaqwa. Allah menjanjikan banyak
kebaikan kepada orang yang bertaqwa. Seperti dalam surah At-Thalaq ayat 2,
akhir ayat 282 surah al-Baqarah, dan masih banyak ayat lainnya.
At-Thalaq ayat
2
وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهٗ
مَخْرَجًا
Barangsiapa
bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar
وَاتَّقُوا اللهَۚ وَيُعَلِّمُكُمُ
اللهُ . . .
“dan bertaqwalah kepada Allah, Allah akan
memberikan pengajaran kepadamu”
Mendapat banyak kebaikan dari Allah swt.
Hadis nabi saw.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ
بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا . . . (رواخ الترمذي)
Artinya:
“Siapa
saja yang membaca satu huruf dari Alqur’an maka ia akan memperoleh 1 kebaikan.
Satu kebaikan itu dilipatgandakan pahalanya sampai 10 kali lipat.”
Al-Qur’an surah Al-An‘ām ayat 160:
مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ
عَشْرُ أَمْثَالِهَاۗ . . .
“Barang siapa berbuat kebaikan, akan mendapat
sepuluh kali lipat amalnya . . .”
Membacanya:
v Yakin terhadap yang diniatkan dan percaya rencana Allah adalah yang
terbaik
v Rutin membaca surah al-Waqi‘ah dengan niat ikhlas karena Allah
swt., tadabburi maknanya untuk lebih memahami pesan di dalamnya
v Membaca Al-Waqi‘ah adalah perbuatan hasanah (kebaikan). Yang
pahalanya dilipat gandakan oleh Allah
Bertekad
membacanya secara rutin akan:
o
Ia
melatih keistiqomahan
o
Mendatangkan
banyak kebaikan
o
Baca
maknanya dan tadabburi. In sya Allah tidak ada kefakiran yang mendekati
kita, terutama fakir hati karena kita senantiasa bersama Allah.
Kita
ambil satu makna surah Al-Waqi’ah ayat 71-74.
“Maka,
pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?.
Kamu yang menumbuhkan kayu itu atau Kami yang menumbuhkan?. Kami menjadikannya
(api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir. Maka,
bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Besar.”
Surat
pengingat
Manusia
yang cenderung lupa, harus diingatkan setiap hari.
Kita
butuh membaca surat cinta-Nya ini, agar kita tetap di jalan-Nya.
Mendapatkan
peringatan taat adalah rizki terbaik.
Kita
tau . . .
Al-Qur’an,
membacanya saja memiliki efek yang positif bagi diri sang pembaca. Apalagi jika
ia dibaca setiap hari… renungkan
Doa
itu ada 2 macam, doa sunyi dan doa bunyi.
Zikir dengan kalimat-kalimat thayyibah, membaca al-Qur’an (termasuk juga
membaca surat Al-Waqi‘ah) adalah doa bunyi.
Bekerja,
belajar, berusaha secara nyata untuk mencapai apa kita tuju, itu adalah doa
sunyi. Keduanya harus sejalan.
Kalau
tidak, coba kita fikir, kita sendiri saja mengingkari doa-doa yang kita
panjatkan. Wallahu a’lam
Komentar
Posting Komentar